Bid'ah karena tidak ada dan tidak dicontohkan oleh Nabi
Tidak bid'ah karena kondisi pada zaman Nabi dan saat ini berbeda
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan padamu ni’mat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agama bagimu.” (QS. Al Maidah: 3).
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri (pemimpin) diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasulnya (Al Hadist) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(QS. An nisa: 59).
“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah (Al-Quran) dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jeleknya perbuatan (dalam agama) adalah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Muslim).
“Barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang belum pernah kami perintahkan, maka hal itu tertolak. (HR. Muslim)”
adalah membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya.
tanpa memasukan adat kebiasaan bid’ah adalah tata cara dalam agama yang sengaja dibuat menyerupai syariat dengan tujuan mengekspresikannya dalam bentuk tingkah laku (perbuatan) yang bersandar padanya secara berlebihan, terutama dalam beribadah kepada Allah
“Barang Siapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu. Niscaya Allah memudahkan jalannya menuju Surga.” (HR. Muslim dan At-Tirmizi).
“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat.” (HR. Muslim).
“Apabila Manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali 3 perkara yaitu: shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Keep Moving Forward