Perbedaan Business Process Reengineering dan Business Process Improvement
Dalam dunia manajemen modern, efisiensi dan efektivitas menjadi kunci utama dalam menjalankan operasional organisasi. Dua pendekatan yang umum digunakan untuk mencapai hal tersebut adalah Business Process Reengineering (BPR) dan Business Process Improvement (BPI). Keduanya bertujuan untuk memperbaiki proses bisnis, Dikutip dari artikel Telkom University, namun memiliki perbedaan signifikan dalam pendekatan, fokus, durasi implementasi, serta indikator keberhasilannya.
Apa Itu Business Process Reengineering (BPR)?
Business Process Reengineering (BPR) merupakan strategi manajemen yang menitikberatkan pada perancangan ulang secara menyeluruh terhadap proses-proses inti dalam organisasi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan peningkatan yang dramatis dalam aspek biaya, kualitas, pelayanan, dan kecepatan. Pendekatan ini mengharuskan evaluasi mendalam terhadap proses yang ada dan melakukan perubahan besar demi menciptakan efisiensi maksimal.
Bahan untuk Membuat Patung
Bahan Plastis Bahan plastis seperti tanah liat dan plastisin mudah dibentuk dan banyak dipakai oleh pemula dan seniman profesional. Tanah liat memungkinkan pengerjaan detail yang halus sebelum mengeras.
Kayu Kayu adalah bahan patung yang banyak digunakan di Indonesia, dengan jati, mahoni, dan suar sebagai pilihan populer karena kekuatannya dan kemudahan dalam pemahatan.
Batu Batu seperti marmer, granit, dan batu padas sering dipakai untuk karya patung besar. Pengolahan batu memerlukan teknik pahat yang kuat dan sangat presisi.
Logam Logam seperti perunggu, tembaga, dan besi biasanya digunakan untuk patung yang tahan lama dan berdetail rumit. Teknik pengecoran memungkinkan seniman menciptakan bentuk yang kompleks.
Bahan Lain Bahan seperti bahan daur ulang, kaca, dan serat alam juga sering digunakan, memungkinkan kreasi modern yang lebih inovatif dalam seni patung.
Teknik Membuat Patung
Pahat Teknik ini adalah metode tradisional yang mengukir bahan seperti kayu atau batu, membutuhkan keterampilan tangan yang tinggi dan alat khusus.
Cetak Teknik cetak menggunakan cetakan untuk membentuk bahan cair seperti logam atau plester menjadi bentuk tertentu, cocok untuk produksi dalam jumlah besar.
Rakit Teknik ini menyusun berbagai bahan untuk membentuk patung, sering digunakan dalam seni instalasi karena memungkinkan penggunaan bahan yang beragam.
Fungsi Seni Patung
Estetika Patung estetika diciptakan untuk dinikmati karena keindahan bentuk dan detailnya.
Religius Di Indonesia, banyak patung dibuat dengan fungsi religius, seperti patung dewa-dewa Hindu dan Buddha, serta elemen patung dalam masjid.
Monumen Patung juga berfungsi sebagai monumen, memperingati peristiwa penting atau tokoh sejarah, seperti Patung Jenderal Sudirman di Jakarta.
Simbolis Patung bisa menjadi simbol budaya atau identitas suatu daerah, misalnya patung-patung Toraja yang menggambarkan leluhur dan tradisi setempat.
Contoh Karya Seni Patung di Indonesia
Patung Garuda Wisnu Kencana Terletak di Bali, menggambarkan Dewa Wisnu menunggangi burung Garuda dan menjadi ikon pariwisata.
Patung Arjuna Wijaya Berada di Jakarta, menggambarkan tokoh Arjuna dari Mahabharata sebagai simbol keberanian dan keadilan.
Patung Naga di Klenteng Sam Poo Kong Patung ini mewakili seni patung dalam budaya Tionghoa dan sering digunakan dalam upacara keagamaan.
Patung Asmat di Papua Patung kayu Asmat terkenal karena gaya ekspresifnya, menggambarkan leluhur atau tokoh mitologi dengan nilai budaya yang tinggi.
Mengapresiasi seni patung membutuhkan pemahaman akan teknik, bahan, dan konteks budaya yang melingkupinya. Mengunjungi galeri, museum, atau pameran patung dapat memperdalam pemahaman, serta berdiskusi dengan seniman atau pengamat seni dapat meningkatkan apresiasi kita terhadap karya-karya patung.
Seni patung menawarkan keindahan tiga dimensi yang dalam. Dengan bahan seperti tanah liat, kayu, batu, logam, dan bahan lainnya, seniman menciptakan karya unik yang berfungsi estetis, religius, simbolis, atau monumental, memperkaya budaya dan kreativitas Indonesia.
Ciri Khas dari BPR:
-
Berorientasi pada proses secara menyeluruh: Fokus utama adalah mengoptimalkan keseluruhan alur kerja, bukan sekadar melakukan penyesuaian kecil.
-
Transformasi besar-besaran: BPR sering kali melibatkan perubahan struktur organisasi, adopsi teknologi baru, serta pembentukan budaya kerja yang lebih adaptif.
-
Pemanfaatan teknologi: Inovasi digital seperti sistem informasi dan otomatisasi menjadi pendorong utama dalam implementasi BPR.
-
Peran aktif karyawan: Kesuksesan BPR sangat tergantung pada keterlibatan tim internal yang memahami kondisi riil di lapangan.
-
Tujuan utama: Mencapai peningkatan signifikan dalam produktivitas, efisiensi biaya, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan.
Apa Itu Business Process Improvement (BPI)?
Berbeda dengan BPR, Business Process Improvement (BPI) merupakan pendekatan berbasis perbaikan bertahap terhadap proses yang sudah ada. Fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan kualitas layanan tanpa perlu melakukan perubahan mendasar.
Langkah Umum dalam BPI:
-
Identifikasi proses yang perlu ditingkatkan
-
Pengumpulan data dan analisis kinerja saat ini
-
Merancang solusi atau perbaikan
-
Implementasi dan pemantauan hasilnya
Manfaat BPI:
-
Peningkatan efisiensi operasional
-
Kesiapan menghadapi perubahan pasar
-
Meningkatkan partisipasi karyawan
-
Meningkatkan kepuasan pelanggan secara konsisten
Perbandingan Business Process Reengineering dan Business Process Improvement
AspekBPRBPI
| Pendekatan | Perubahan besar dan radikal | Perbaikan bertahap dan berkelanjutan |
| Fokus | Inovasi dan penghapusan proses yang tidak efektif | Penyempurnaan proses yang sudah ada |
| Waktu Pelaksanaan | Butuh waktu dan sumber daya yang besar | Lebih cepat dan hemat sumber daya |
| Pengukuran Sukses | Berdasarkan pada transformasi besar dan inovasi | Berdasarkan efisiensi, kualitas, dan konsistensi |
Kapan Harus Memilih BPR atau BPI?
-
Gunakan BPR jika perusahaan menghadapi stagnasi atau perubahan pasar yang memerlukan restrukturisasi besar, serta ingin menciptakan nilai tambah baru melalui inovasi radikal.
-
Pilih BPI ketika proses yang ada masih relevan, namun terdapat ruang untuk perbaikan agar lebih efisien, akurat, dan cepat.
Kesimpulan
Pemilihan antara Business Process Reengineering dan Business Process Improvement tergantung pada kebutuhan spesifik perusahaan. BPR cocok untuk kondisi yang menuntut perubahan drastis demi kelangsungan bisnis, sedangkan BPI lebih sesuai untuk penyempurnaan proses secara bertahap. Dalam banyak kasus, kombinasi keduanya justru menjadi strategi terbaik untuk memastikan organisasi tetap kompetitif, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
About Celoe
By direktoratputi
About Celoe
- 74